banner 728x250

Jaga Persatuan, Babinsa Tarempa Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

Foto:Soearanesia.com/Istimewa, Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Sholihin, saat melakukan komunikasi sosial (komsos) bersama tokoh adat, Atmojo dan warga lainnya, di Anambas, Selasa (7/4/2026)

Soearanesia.com, Anambas – Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Sholihin, mengajak tokoh adat memperkuat toleransi sekaligus aktif mewariskan budaya kepada generasi muda sebagai upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Ajakan itu ia sampaikan saat melaksanakan komunikasi sosial dengan salah satu tokoh adat Jawa, Bapak Atmojo, di Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Selasa (7/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sertu Sholihin menegaskan bahwa perbedaan suku, adat, dan budaya tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.

Sebaliknya, masyarakat harus menjadikannya sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa.

“Jangan jadikan perbedaan suku, adat, dan budaya sebagai pemisah. Kedepankan sikap saling menghormati dan menghargai serta amalkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sertu Sholihin.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh adat dalam menjaga kelestarian budaya, khususnya dalam mentransfer nilai-nilai adat kepada generasi penerus.

Menurutnya, pewarisan budaya harus dilakukan secara sadar dan berkelanjutan.

“Sebagai sesepuh adat Jawa, Bapak Atmojo memiliki peran penting untuk mewariskan adat kepada anak-anak muda. Umur kita terbatas, tetapi adat harus tetap hidup melalui generasi berikutnya,” katanya.

Sertu Sholihin menambahkan, pelestarian adat tidak dibatasi oleh wilayah asal, melainkan dapat dilakukan di mana pun masyarakat tinggal.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati adat setempat, khususnya adat Melayu yang kuat di Tarempa.

“Di mana pun kita berada, kita bisa belajar dan melestarikan adat. Kita juga wajib menghormati adat Melayu di Tarempa yang selama ini hidup berdampingan dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perkembangan zaman dan teknologi dapat menjadi tantangan bagi kelestarian budaya jika tidak disikapi dengan bijak.

Karena itu, generasi muda harus menjadi fokus utama dalam pewarisan nilai-nilai adat.

“Anak-anak muda harus menjadi sasaran utama. Jika tokoh adat tidak mengajarkan nilai budaya, bukan tidak mungkin adat akan hilang termakan zaman,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga adat agar tetap lestari secara turun-temurun.

“Kita harus mengedepankan tanggung jawab moral agar adat tetap abadi dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Atmojo menyambut baik kunjungan dan pesan yang disampaikan Sertu Sholihin.

Ia mengaku terinspirasi dan siap mendukung upaya pelestarian budaya di Tarempa.

“Apa yang disampaikan sangat menginspirasi. Saya sepakat bahwa pelestarian adat harus dimulai dari upaya mewariskannya kepada generasi penerus,” ujar Atmojo. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *