Soearanesia.com, Anambas – Matahari belum sepenuhnya muncul ketika deretan personel berseragam mulai berkumpul di Pelabuhan Pemda Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Angin laut berembus cukup kencang, sementara ombak perlahan menghantam sisi dermaga.
Di tengah kesibukan itu, Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo berdiri memimpin apel kesiapan.
Satu per satu personel dicek sebelum bertolak menuju pulau-pulau terluar di wilayah yang menjadi beranda terdepan Indonesia di utara Provinsi Kepulauan Riau.
Bukan sekadar patroli biasa, perjalanan ini membawa misi menjaga rasa aman di kawasan perbatasan.
“Keselamatan personel harus menjadi prioritas. Tetap waspada selama pelaksanaan patroli di wilayah perairan dan pulau terluar,” tegas Iptu Sutomo di hadapan peserta apel.
Pagi itu, personel Polsek Jemaja tak bergerak sendiri.
Mereka didukung unsur Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan BLUD Puskesmas Letung, awak media, hingga kru kapal KM Ocean Jaya 8 yang menjadi transportasi utama menuju titik patroli.
Mesin kapal mulai dinyalakan sekitar pukul 06.00 WIB.
Perlahan kapal meninggalkan dermaga Letung, membelah laut menuju gugusan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.
Perjalanan menuju titik patroli memakan waktu berjam-jam. Hamparan laut biru dan gugusan pulau kecil menjadi pemandangan sepanjang perjalanan.
Namun di balik keindahan itu, tersimpan tanggung jawab besar menjaga wilayah perbatasan tetap aman dan kondusif.
Pulau pertama yang disambangi ialah Pulau Tokong Malang Biru di Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur.
Tim patroli kemudian bergerak menuju Pulau Tokong Damar di Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Pulau Mangkai di Desa Keramut, Kecamatan Jemaja Barat.
Setibanya di lokasi, personel langsung menyisir area pulau dan pesisir untuk memastikan situasi tetap aman.
Iptu Sutomo mengatakan, patroli gabungan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di wilayah kepulauan terluar.
“Wilayah pulau terluar merupakan beranda terdepan yang harus terus dijaga. Kehadiran personel Polri bersama instansi terkait diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, patroli rutin di wilayah perbatasan penting dilakukan mengingat kawasan kepulauan memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait akses dan kondisi geografis.
Selain memantau situasi keamanan, patroli itu juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun keadaan darurat di wilayah perairan.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah A.B turut mengapresiasi pelaksanaan patroli gabungan tersebut.
Ia menilai kegiatan itu menunjukkan sinergi kuat antarinstansi dalam menjaga wilayah perbatasan negara.
“Wilayah kepulauan membutuhkan kehadiran aparat secara nyata. Patroli ini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan negara hadir hingga ke pulau-pulau terluar,” katanya.
Ia menegaskan, pengamanan wilayah perbatasan menjadi perhatian penting karena posisi strategis Kabupaten Kepulauan Anambas yang berada di jalur perairan internasional.
Menjelang sore, kapal patroli kembali bergerak menuju Letung.
Ombak yang mulai meninggi mengiringi perjalanan pulang setelah seharian menyisir pulau-pulau terluar.
Sekitar pukul 17.30 WIB, tim akhirnya tiba kembali di Pelabuhan Pemda Letung dan menutup kegiatan dengan apel konsolidasi.
Meski lelah setelah menempuh perjalanan panjang di laut, semangat personel tetap terlihat.
Bagi mereka, menjaga pulau terluar bukan hanya tugas pengamanan, melainkan juga menjaga wajah terdepan Indonesia di perbatasan. (CJ-01)









