Soearanesia.com, Anambas – Upaya mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.
Salah satunya dengan menyambangi pelaku usaha meubel kayu di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) tersebut, Babinsa Desa Tarempa Timur, Sertu Agung Joko Handoko, mendatangi workshop meubel milik Dadang.
Meubel tersebut memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga dan bangunan, seperti kusen, lemari, serta pintu berbahan kayu mahoni.
Kunjungan itu dimanfaatkan Sertu Agung untuk berdialog langsung dengan pemilik usaha dan para pekerja guna mengetahui perkembangan usaha sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi pelaku UMKM di wilayah binaannya.
Sertu Agung mengatakan, kegiatan Komsos merupakan salah satu tugas rutin Babinsa untuk memantau kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama.
“Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi usaha masyarakat. Jika ada kendala yang membutuhkan dukungan atau koordinasi dengan instansi terkait, kami siap membantu menjembatani agar UMKM di desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian warga,” ujar Sertu Agung.
Selain membahas perkembangan usaha, Sertu Agung juga mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan kerja di lingkungan workshop.
Ia mengimbau para pekerja agar selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) saat mengoperasikan mesin maupun melakukan pemotongan kayu guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Tak hanya itu, Babinsa Agung juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan agar aktivitas usaha dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.
Menurutnya, pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Karena itu, dukungan terhadap sektor usaha masyarakat harus terus diperkuat melalui sinergi antara warga, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan.
“Sebagai Babinsa, kami harus mengetahui potensi maupun permasalahan yang ada di wilayah. Melalui Komsos, kami bisa menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah sehingga berbagai kebutuhan warga dapat tersampaikan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Dadang mengungkapkan sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi para pengrajin meubel, mulai dari meningkatnya harga bahan baku kayu hingga keterbatasan tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan.
Meski demikian, ia mengaku tetap optimistis menjalankan usahanya dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Babinsa yang selama ini aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain memberikan motivasi, beliau juga sering menanyakan perkembangan usaha kami. Harapannya ke depan ada pelatihan keterampilan bagi masyarakat sehingga lebih banyak tenaga kerja yang bisa diberdayakan di usaha meubel seperti ini,” kata Dadang. (CJ-01)









