Soearanesia.com, Anambas – Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada petani di wilayah binaan.
Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Koptu Pardenande Syaputra, yang turun langsung ke lahan pertanian jagung milik warga di Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (3/6/2026).
Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) tersebut, Koptu Pardenande berdialog dengan Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya, Sari, serta sejumlah petani lainnya.
Berbagai persoalan pertanian dibahas, mulai dari masa tanam, ketersediaan pupuk subsidi, serangan hama ulat tanah hingga kendala pemasaran hasil panen jagung.
Tak sekadar berdiskusi, Babinsa juga ikut membantu membersihkan gulma di area pertanian sebagai bentuk kepedulian terhadap para petani.
Koptu Pardenande mengatakan, kehadiran Babinsa di tengah petani bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi pertanian sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
“Babinsa wajib mengetahui kondisi pertanian di wilayah binaan. Melalui kegiatan Komsos ini kami bisa mendengar langsung keluhan para petani dan membantu mencarikan solusi bersama instansi terkait,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Karena itu, berbagai kendala yang dihadapi petani perlu mendapat perhatian bersama.
Koptu Pardenande juga mengingatkan para petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik, serta segera melaporkan apabila terdapat permasalahan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Ia menegaskan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Komsos dengan petani bukan sekadar silaturahmi atau ngobrol biasa. Ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan membantu masyarakat. Babinsa harus hadir dan menjadi solusi bagi warga di wilayah binaannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya, Sari, mengungkapkan para petani saat ini masih menghadapi kesulitan memperoleh pupuk subsidi.
Selain itu, harga obat-obatan pertanian juga mengalami kenaikan yang berdampak pada biaya produksi.
Meski demikian, ia tetap optimistis hasil panen jagung tahun ini akan berjalan baik karena kondisi cuaca masih cukup mendukung.
“Kami senang Pak Babinsa mau turun langsung ke ladang dan mendengar keluhan kami. Kehadiran beliau membuat petani semakin semangat. Harapan kami pupuk subsidi bisa lebih lancar dan harga jagung tetap stabil di pasaran,” kata Sari. (CJ-01)









