Soearanesia.com, Anambas – Aktivitas jual beli ayam potong di Pasar Tradisional Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendapat perhatian dari Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Ganda Fitrianto, Sabtu (13/6/2026).
Di tengah kesibukan para pedagang melayani pembeli dan membersihkan ayam pesanan warga, Sertu Ganda menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang.
Selain memantau perkembangan harga ayam di pasaran, ia juga mengecek kondisi kebersihan lapak serta pengelolaan limbah hasil pemotongan ayam.
Menurutnya, pasar tradisional merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dalam menjaga kesehatan lingkungan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kami ingin mengetahui perkembangan harga ayam hidup maupun ayam potong sekaligus melihat kondisi kebersihan lapak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata Sertu Ganda saat melakukan komunikasi sosial (Komsos) dengan para pedagang.
Dalam kunjungan tersebut, Babinsa berdialog dengan Rio dan beberapa rekannya yang telah menjalankan usaha ayam potong di pasar itu selama sekitar lima tahun.
Dari hasil pemantauan, harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp55.000 per kilogram.
Sementara menjelang akhir pekan, permintaan cenderung meningkat dengan omzet penjualan yang bisa mencapai 50 hingga 70 ekor ayam per hari.
Tak hanya membahas harga, Sertu Ganda juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan area berjualan.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar pasar.
“Lapak yang bersih membuat pembeli lebih nyaman. Air bekas cucian dan limbah potongan ayam sebaiknya dibuang pada tempat yang sudah disediakan, jangan sampai masuk ke selokan karena bisa menimbulkan bau dan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.
Sertu Ganda menambahkan, kegiatan Komsos rutin dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi di lapangan.
“Dengan turun langsung ke pasar, kami bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya, baik terkait harga kebutuhan pokok maupun persoalan lingkungan yang perlu segera ditangani,” jelasnya.
Ia pun mengimbau para pedagang untuk memperhatikan standar kebersihan saat bekerja, seperti menggunakan apron dan sarung tangan agar produk yang dijual tetap higienis.
Selain itu, Sertu Ganda juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan pelanggan dengan mengedepankan kejujuran dalam berdagang.
“Jangan menjual ayam yang tidak layak konsumsi dan pastikan timbangan sesuai. Kejujuran adalah modal utama dalam usaha. Kalau pembeli percaya, usaha akan berjalan lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, Rio mengapresiasi perhatian yang diberikan Babinsa kepada para pedagang di pasar tradisional.
“Senang bisa didatangi dan diajak berdiskusi oleh Pak Babinsa. Kami jadi mendapat masukan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pelayanan kepada pembeli,” katanya. (CJ-01)









