Soearanesia.com, Anambas – Di tengah aktivitas jual beli yang ramai di Pasar Inpres Tarempa, Kecamatan Siantan, Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Serda Dandang Suharyadi, menyempatkan diri menyapa para pedagang sekaligus memantau kondisi harga kebutuhan pokok yang menjadi perhatian masyarakat.
Salah satu kios yang dikunjunginya adalah milik Iyet, pedagang sembako dan kebutuhan rumah tangga yang telah lama berjualan di pasar tersebut.
Sambil berbincang santai dan membantu menata dagangan, Serda Dandang menggali informasi terkait perkembangan harga bahan pokok, pasokan barang, hingga situasi keamanan di lingkungan pasar.
Menurutnya, pasar Inpres merupakan salah satu indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat secara langsung.
Karena itu, kehadiran Babinsa di tengah para pedagang tidak hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya memantau berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.
“Kami ingin memastikan kondisi pasar tetap aman dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar. Dari pedagang inilah kami bisa mengetahui perkembangan harga sembako, ketersediaan barang, hingga berbagai kendala yang mereka hadapi,” kata Serda Dandang, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, komunikasi sosial yang rutin dilakukan Babinsa menjadi sarana deteksi dini terhadap potensi persoalan yang dapat berdampak pada masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, kelangkaan barang, hingga gangguan keamanan dan ketertiban.
“Melalui komunikasi seperti ini, kami bisa mengetahui kondisi riil di lapangan. Jika ada gejolak harga atau pasokan yang terganggu, informasinya bisa segera diteruskan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Dandang juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga kejujuran dalam berdagang serta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
“Kepercayaan pembeli adalah modal utama. Timbangan harus sesuai dan jika ada kenaikan harga, jelaskan penyebabnya kepada pembeli agar mereka juga memahami situasi yang terjadi,” pesannya.
Tak hanya soal harga, Babinsa juga mengajak pedagang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di area pasar.
Ia mengimbau pemilik kios menggunakan pengamanan tambahan, tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar, serta lebih waspada saat kondisi pasar ramai pengunjung.
“Kondisi pasar yang aman, bersih, dan nyaman tentu membuat masyarakat lebih betah berbelanja. Kami siap membantu apabila ada persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun ketertiban di lingkungan pasar,” tambahnya.
Sementara itu, Iyet mengaku senang dengan kunjungan Babinsa yang dinilai memberikan perhatian kepada para pedagang kecil.
“Terima kasih Pak Babinsa sudah datang dan memberikan masukan kepada kami. Sebagai pedagang kecil, kami merasa diperhatikan dan didukung,” ujarnya.
Iyet menyampaikan bahwa sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.
Harga beras medium saat ini berada di kisaran Rp15.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah dijual Rp17.000 per liter.
Namun, berbeda dengan komoditas lainnya, harga cabai rawit mengalami kenaikan hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan itu dipicu terganggunya pasokan dari Tanjungpinang akibat faktor cuaca yang memengaruhi jalur distribusi.
“Kalau beras dan minyak goreng masih normal. Yang naik sekarang cabai rawit karena pasokan dari luar daerah berkurang akibat cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, omzet penjualan di kiosnya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Meski demikian, aktivitas perdagangan biasanya menurun ketika frekuensi kapal yang masuk ke Tarempa berkurang. (CJ-01)









