banner 728x250

Babinsa Tarempa Dorong Kualitas Kapal Pompong, Pengrajin Diminta Inovasi untuk Wisata Laut Anambas

Foto:Soearanesia.com/istimewa, Babinsa Tarempa, Sertu Ganda Fitrianto, menyambangi pengrajin kapal pompong, Bujang, di Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (30/03/2026).

Soearanesia.com, Anambas – Kapal pompong tetap menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi warga di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Di tengah ketergantungan masyarakat pesisir terhadap jalur laut, kualitas kapal tradisional ini menjadi penentu keselamatan sekaligus kelancaran aktivitas nelayan dan distribusi logistik antar pulau.

Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Ganda Fitrianto, mengingatkan pentingnya menjaga mutu produksi saat menyambangi pengrajin kapal pompong, Bujang, di Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Senin (30/03/2026).

Ia menegaskan, proses pembuatan pompong harus dilakukan secara teliti, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir produksi.

“Pemilihan kayu harus benar-benar selektif. Jenis dan usia kayu harus sesuai standar, supaya kapal yang dihasilkan kuat, aman, dan memuaskan konsumen,” kata Sertu Ganda.

Menurutnya, kualitas kapal akan berpengaruh langsung terhadap kepercayaan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi pengrajin.

“Kalau kualitasnya terjaga, pesanan akan terus bertambah. Ini tentu berdampak pada peningkatan penghasilan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti nilai penting pompong yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat pesisir Anambas.

“Pompong ini bukan sekadar kapal tradisional, tapi juga simbol kearifan lokal masyarakat kepulauan. Ini harus kita jaga dan lestarikan,” tegasnya.

Melihat potensi wisata bahari di Anambas, Sertu Ganda turut mendorong pengrajin untuk berinovasi dengan memproduksi pompong yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata.

“Pengrajin sudah punya kemampuan dasar. Tinggal menyesuaikan fungsi dan ukuran sesuai kebutuhan wisata. Yang penting ada kemauan untuk mencoba,” sebutnya.

Bujang menyambut baik masukan tersebut dan mengakui bahwa kapal pompong masih menjadi kebutuhan utama masyarakat, khususnya nelayan.

“Kapal pompong ini sangat dibutuhkan, terutama untuk nelayan yang mencari ikan. Banyak warga pesisir menggantungkan hidup dari laut,” ujar Bujang.

Ia juga mengapresiasi perhatian Babinsa yang dinilai memberikan motivasi sekaligus wawasan dalam mengembangkan usaha pembuatan kapal tradisional di daerahnya.

“Saya berterima kasih atas perhatian dan masukan Pak Babinsa. Ini sangat memotivasi saya untuk meningkatkan kualitas produksi,” pungkasnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *