Soearanesia.com, Anambas – Di tengah rutinitas berkeliling menjual jamu dari satu kampung ke kampung lainnya, Wati tetap bertahan menjalankan usaha yang telah digelutinya selama lima tahun terakhir.
Namun di balik semangatnya mencari nafkah, ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, mulai dari cuaca yang tak menentu hingga kenaikan harga bahan baku.
Kondisi itu terungkap saat Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Ganda Fitrianto, berbincang langsung dengannya dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (16/6/2026).
Pertemuan itu berlangsung sederhana dan penuh keakraban.
Saat itu Sertu Ganda membeli segelas jamu beras kencur yang dijajakan Wati menggunakan sepeda motor.
Sambil menikmati jamu, keduanya berbincang mengenai kondisi usaha kecil yang dijalankan warga tersebut.
Dalam obrolan itu, Wati mengaku pendapatannya berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Namun jumlah tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Kalau hujan atau cuaca terlalu panas, biasanya pelanggan berkurang. Belum lagi sekarang harga bahan baku seperti kencur, temulawak, dan gula merah juga naik,” ujarnya.
Wati mengaku senang atas perhatian yang diberikan Babinsa terhadap usaha kecil yang dijalaninya.
“Terima kasih Pak Babinsa sudah mampir dan mau mendengarkan cerita kami. Jarang ada yang menanyakan kondisi pedagang kecil seperti kami. Ini membuat saya semakin semangat untuk berjualan,” ucapnya.
Sertu Ganda mengapresiasi kegigihan Wati yang tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga melalui usaha jamu tradisional.
Menurutnya, para pelaku UMKM skala kecil seperti penjual jamu keliling memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Kami ingin mengetahui langsung kondisi warga binaan, termasuk pelaku usaha kecil. Dari komunikasi seperti ini, kami bisa memahami kendala yang mereka hadapi dan berupaya membantu mencarikan solusi,” kata Sertu Ganda.
Di tengah pertemuannya itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan produk yang dijual kepada masyarakat.
“Jamu tradisional sangat baik untuk kesehatan. Tetapi kebersihan harus menjadi prioritas utama. Botol, tutup, dan tangan yang digunakan saat melayani pembeli harus selalu dijaga kebersihannya agar konsumen merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan selama berjualan keliling menggunakan sepeda motor.
“Gunakan helm saat berkendara, jangan berhenti sembarangan di pinggir jalan, dan jangan memaksakan diri ketika kondisi tubuh lelah. Keselamatan tetap yang utama,” pesannya.
Di era digital saat ini, Sertu Ganda mendorong pelaku usaha kecil untuk mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Menurutnya, aplikasi WhatsApp dapat menjadi media sederhana namun efektif untuk menjangkau pelanggan.
“Manfaatkan WhatsApp atau Status WhatsApp untuk promosi dan menerima pesanan. Cara ini bisa membantu menambah pelanggan tanpa harus selalu berkeliling,” katanya.
Ia pun menegaskan kehadiran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendampingi dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Babinsa harus hadir di tengah seluruh lapisan masyarakat. Dari kegiatan Komsos seperti ini, kami bisa mengetahui perkembangan kondisi sosial dan ekonomi warga binaan,” tuturnya. (CJ-01)









