banner 728x250

Babinsa Tarempa Turun ke Kebun, Dengar Keluhan Petani dan Dukung Ketahanan Pangan di Anambas

Foto:Soearanesia.com/CJ-01, Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Sholihin, turun langsung ke lahan pertanian milik Zailini di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (24/6/2026).

Soearanesia.com, Anambas – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari mahalnya harga bibit hingga serangan hama, kehadiran aparat kewilayahan menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat.

Hal itu terlihat saat Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Sholihin, turun langsung ke lahan pertanian milik Zailini di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (24/6/2026).

Tak sekadar berkunjung, Sertu Sholihin menyempatkan diri berdialog santai dengan petani sambil meninjau kondisi tanaman sayuran yang sedang tumbuh.

Berbagai persoalan yang dihadapi petani pun dibahas, mulai dari ketersediaan pupuk hingga kondisi lahan saat musim kemarau.

Menurutnya, kegiatan komunikasi sosial (Komsos) merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk mengetahui kondisi nyata masyarakat di wilayah binaan, termasuk sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah.

“Kami harus mengetahui secara langsung kondisi lahan, kendala yang dihadapi petani, serta apa yang bisa dibantu untuk mendukung peningkatan hasil pertanian masyarakat,” kata Sertu Sholihin.

Dalam pertemuan tersebut, petani menyampaikan sejumlah kendala yang masih mereka hadapi. Selain harga bibit yang dinilai cukup mahal, pasokan air saat musim panas juga sering menjadi persoalan.

Di sisi lain, pupuk subsidi terkadang sulit diperoleh, sementara serangan hama ulat kerap mengganggu pertumbuhan tanaman.

Menyikapi hal itu, Sertu Sholihin mengajak petani untuk melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti menanam lebih dari satu jenis komoditas, membuat sumur dangkal sebagai cadangan sumber air, hingga menjaga kebersihan saluran dan sumber air secara gotong royong.

Ia juga mengingatkan agar pengendalian hama dilakukan secara aman dan tidak merusak lingkungan.

“Kalau ada serangan hama tikus, kita bisa lakukan gropyokan bersama warga. Jangan menggunakan racun secara sembarangan karena bisa berdampak pada lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Sertu Solihin juga mendorong petani memanfaatkan berbagai program pemerintah yang tersedia, seperti bantuan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program asuransi usaha tani.

Tak hanya itu, ia berharap generasi muda di desa ikut terlibat dalam sektor pertanian agar lahan yang ada tetap produktif dan tidak terbengkalai.

“Ketahanan pangan dimulai dari desa. Kalau petani sejahtera, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan harga di pasar lebih stabil,” ucapnya.

Sementara itu, Zailini mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang rutin turun ke lapangan dan mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi petani.

“Pak Babinsa tidak hanya datang melihat-lihat, tapi juga mau mendengar keluhan kami dan memberikan masukan. Kami merasa diperhatikan dan didampingi,” katanya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *