Soearanesia.com, Anambas – Di sebuah rumah sederhana di Desa Air Bini, aroma opak singkong yang baru matang menyambut kedatangan Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Ganda Fitrianto.
Bukan sekadar berkunjung, kehadirannya membawa semangat baru bagi pelaku usaha mikro agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Sertu Ganda menyambangi rumah produksi milik Ayu, perajin opak singkong yang telah menjalankan usahanya selama tiga tahun.
Ia melihat langsung seluruh proses produksi, mulai dari pengirisan singkong, penjemuran hingga penggorengan.
Baginya, kegiatan tersebut bukan hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi pelaku UMKM di wilayah binaannya.
“Kami ingin menyerap aspirasi pelaku usaha sekaligus mendorong agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Sertu Ganda, Selasa (30/6/2026).
Di sana, Sertu Ganda memberikan sejumlah masukan agar usaha tersebut dapat berkembang.
Menurutnya, kualitas rasa harus tetap dipertahankan, sementara tampilan produk perlu ditingkatkan agar lebih menarik di mata konsumen.
“Opak singkong khas Anambas ini punya potensi menjadi oleh-oleh unggulan. Tinggal diperbaiki kemasannya, dilengkapi label PIRT, dan dipromosikan lebih luas,” ujarnya.
Ia juga mendorong pelaku usaha mulai menghadirkan varian rasa seperti balado maupun keju untuk memperluas pilihan konsumen.
Selain itu, pemanfaatan media sosial dinilai menjadi langkah penting agar pemasaran tidak lagi bergantung pada penjualan secara langsung.
Tak hanya memberikan saran, Babinsa juga menyatakan kesiapannya membantu menghubungkan pelaku UMKM dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Anambas. guna mendapatkan pendampingan terkait legalitas usaha, pelatihan kemasan, hingga strategi pemasaran.
“Kalau UMKM seperti ini berkembang, manfaatnya bukan hanya dirasakan pemilik usaha. Lapangan pekerjaan bagi warga sekitar juga terbuka dan ekonomi desa ikut bergerak,” katanya.
Sementara itu, Ayu mengaku termotivasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan Babinsa.
Selama ini ia mengembangkan usahanya secara mandiri dengan pemasaran yang masih sederhana.
“Senang sekali Pak Babinsa datang memberikan masukan. Selama ini kami hanya berjualan seadanya. Mudah-mudahan ke depan usaha ini bisa berkembang lebih baik,” ucapnya.
Ayu mengungkapkan setiap kali produksi ia mampu menghasilkan sekitar 15 kilogram opak kering.
Namun, usahanya masih dihadapkan pada sejumlah kendala, mulai dari harga singkong yang kerap melonjak saat musim hujan, kemasan yang masih sederhana, hingga pemasaran yang masih terbatas di warung-warung sekitar dan kegiatan desa. (CJ-01)









