Soearanesia.com, Anambas – Di tengah hamparan kebun cabai, kacang panjang, dan timun di Desa Temburun, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, seorang anggota TNI tampak ikut mencabut gulma bersama para petani.
Bukan sekadar membantu bekerja, kehadirannya juga menjadi kesempatan untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Sholihin, turun langsung ke lahan pertanian milik Iwan dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Minggu (5/7/2026).
Bersama tiga petani, ia berdialog sambil membersihkan kebun yang ditanami cabai, kacang panjang, dan timun.
Suasana santai di tengah kebun membuat para petani leluasa menyampaikan keluhan.
Mulai dari sulitnya memperoleh pupuk subsidi, serangan hama ulat yang merusak tanaman cabai, hingga cuaca yang tidak menentu sehingga memengaruhi pertumbuhan tanaman.
“Komsos dengan petani ini untuk menyerap aspirasi sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Selama petani tetap semangat, Babinsa harus hadir mendampingi,” kata Sertu Sholihin.
Menurutnya, seluruh persoalan yang disampaikan petani akan dikoordinasikan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pemerintah desa agar dapat dicarikan solusi bersama.
Selain mendengarkan aspirasi, Sertu Sholihin juga memberikan sejumlah masukan kepada petani.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam, memproduksi pupuk organik dari limbah rumah tangga maupun kotoran ternak, serta melakukan pengendalian hama secara rutin.
Petani juga didorong menerapkan sistem tumpang sari agar hasil panen lebih optimal.
“Kalau ada bantuan bibit atau pupuk dari pemerintah, Babinsa siap membantu mengawal penyalurannya agar tepat sasaran. Jangan ragu berkoordinasi dengan PPL apabila menghadapi kendala di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau, mengingat tingginya risiko kebakaran lahan.
Bagi Sertu Sholihin, pendampingan kepada petani bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
“Ketahanan pangan dimulai dari desa. Karena itu, sinergi antara TNI dan petani harus terus dijaga agar hasil pertanian semakin baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucapnya.
Sementara itu, Iwan mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang tidak hanya datang untuk memantau, tetapi juga ikut bekerja bersama para petani.
“Pak Babinsa mau turun langsung ke kebun, jadi kami merasa diperhatikan. Semoga panen cabai bulan depan hasilnya bagus,” katanya. (CJ-01)









