banner 728x250

Petani Agrowisata Tarempa Selatan Keluhkan Benih Sulit Tumbuh, Surianto Targetkan Rumah Pembibitan 2027

Foto:Soearanesia.com/CJ-01, Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto, dalam pertemuan bersama kelompok tani pada, Sabtu (10/10/2026).

Soearanesia.com, Anambas – Cuaca panas dan kondisi lahan yang kering menjadi tantangan bagi Kelompok Tani Agrowisata di Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Benih yang ditanam langsung di lahan kerap sulit tumbuh, sehingga petani mengusulkan pembangunan rumah pembibitan untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.

Persoalan tersebut disampaikan kepada Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto, dalam pertemuan bersama kelompok tani pada, Sabtu (10/10/2026).

Selain rumah pembibitan, petani juga menyampaikan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta dukungan pemasaran hasil panen.
Surianto mengatakan, rumah pembibitan dibutuhkan agar petani dapat menyemai benih terlebih dahulu sebelum memindahkannya ke lahan.

Fasilitas sederhana ini diharapkan membantu proses pertumbuhan bibit, terutama saat cuaca panas dan kering.

“Kelompok tani membutuhkan rumah pembibitan agar benih bisa ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan. Sekarang, dengan cuaca yang panas dan kering, benih jagung yang langsung ditanam sering tidak tumbuh,” ujar Surianto.

Menurutnya, petani tidak membutuhkan balai benih berskala besar, melainkan rumah pembibitan sederhana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pertanian setempat.

Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk merawat bibit, menjaga ketersediaan air, serta mengatur paparan sinar matahari sebelum tanaman dipindahkan ke lahan.

Selain jagung, kondisi cuaca juga menjadi tantangan bagi petani yang membudidayakan timun dan berbagai jenis sayuran.

Karena itu, keberadaan rumah pembibitan diharapkan dapat membantu petani menyiapkan bibit dengan lebih baik sebelum memasuki tahap penanaman.

Pemerintah Desa Tarempa Selatan menargetkan pembangunan rumah pembibitan dapat mulai direalisasikan pada 2027.

Namun, rencana tersebut masih harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran karena program itu belum tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa).

“Usulan rumah pembibitan akan diproses melalui perencanaan pemerintah desa terlebih dahulu. Program ini perlu dimasukkan ke dalam RPJM Desa, kemudian ditindaklanjuti melalui perencanaan dan penganggaran dengan target mulai pada 2027,” kata Surianto.

Ia juga mengungkapkan, besaran anggaran pembangunan belum ditetapkan.

Pemerintah desa masih perlu mengkaji kebutuhan fasilitas tersebut dan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan desa sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Petani juga mengusulkan bantuan alsintan untuk mempermudah pekerjaan di lahan pertanian. Salah satu peralatan yang dibutuhkan, alat bajak untuk membantu pengolahan tanah,” sebutnya.

Menurut Surianto, usulan bantuan tersebut dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan kebutuhan petani dan ketersediaan anggaran.

Tak hanya menghadapi persoalan produksi, Kelompok Tani Agrowisata juga mengeluhkan kendala pemasaran hasil panen.

Pemanfaatan sistem online dinilai belum sepenuhnya mempertemukan petani dengan calon pembeli.

Calon pembeli terkadang kesulitan menemukan petani yang memiliki komoditas sesuai kebutuhan. Sebaliknya, petani juga belum tentu mengetahui pihak yang sedang mencari hasil pertanian mereka.

Kondisi ini membuat akses informasi dan jaringan pemasaran menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Kelompok Tani Agrowisata telah berdiri sekitar tiga tahun dan memiliki kurang lebih 16 anggota.

Mereka membudidayakan sejumlah komoditas, mulai dari cabai dan jagung hingga berbagai jenis sayuran.

Setiap anggota mengelola lahan pertaniannya masing-masing, sementara kelompok tersebut juga memperoleh bantuan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat setiap tahun.

“Usulan tersebut selanjutnya perlu diproses melalui perencanaan desa dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *