banner 728x250

Musim Kemarau di Anambas, Babinsa Koramil Tarempa Gencarkan Patroli Karhutla

Foto:Soearanesia.com/istimewa, Babinsa Koramil 02/Tarempa melakukan patroli terpadu di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Anambas, Minggu (5/4/2026).

Soearanesia.com, Anambas – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius seiring berlansunngnya musim kemarau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Aparat gabungan langsung bergerak melakukan patroli terpadu di sejumlah wilayah rawan, Minggu (5/4/2026).

Tiga Babinsa Koramil 02/Tarempa, Kodim 0318/Natuna, yakni Sertu M. Idris Hasibuan, Sertu Ganda Fitrianto, dan Sertu Sholihin, turun langsung ke lapangan bersama Polisi Kehutanan dan perangkat desa.

Mereka menyisir area yang dinilai berpotensi terjadi kebakaran.

Sertu M. Idris Hasibuan menegaskan, patroli ini menjadi langkah nyata memperkuat sinergi lintas instansi.

Ia memastikan tim tidak hanya menerima laporan, tetapi aktif memantau kondisi riil di lapangan.

“Patroli ini kami lakukan lintas sektoral untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman. Kami turun langsung ke lokasi, khususnya di titik rawan karhutla,” ujar Idris.

Tim patroli juga menyasar aktivitas masyarakat. Mereka mendatangi warga yang berkebun dan berkumpul untuk memberikan edukasi terkait bahaya karhutla serta langkah pencegahannya.

Sert Idris menilai, peran masyarakat sangat menentukan dalam mencegah karhutla.

Menurutnya, aparat tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga yang sehari-hari beraktivitas di lahan dan perkebunan.

Pihaknya juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

“Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan. Kami siap siaga membantu penanganan di lapangan,” kata Idris.

Ia menambahkan, kondisi cuaca memang tidak bisa dikendalikan.
Namun, langkah pencegahan tetap bisa dilakukan melalui disiplin dan kesadaran bersama.

Senada dengan itu, Sertu Sholihin mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia juga meminta warga lebih waspada terhadap potensi api kecil yang bisa memicu kebakaran besar.

“Kami imbau warga tidak membakar lahan. Pastikan juga puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang, karena kebakaran sering terjadi akibat kelalaian,” tegasnya.

Pihaknya turut mengapresiasi keterlibatan Polisi Kehutanan dan perangkat desa dalam patroli tersebut.
Mereka berharap kerja sama lintas sektor ini terus berjalan secara berkelanjutan.

“Sinergi ini harus terus kita jaga demi melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman karhutla,” pungkasnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *