banner 728x250

Dua Nelayan Anambas Terapung di Laut Setelah Pompong Mati Mesin, Tim SAR Bergerak Cepat

Foto: Soearanesia.com/Dok Kantor SAR Natuna Personil Pos SAR Anambas bersama tim gabungan saat melakukan upaya penyelamatan kapal pompong yang ditunggangi dua nelayan di Perairan Kepulauan Anambas, Senin (20/4/2026)

Soearanesia.com, Anambas – Dua nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas sempat terombang-ambing di tengah laut selama beberapa jam setelah kapal pompong yang mereka gunakan mengalami mati mesin, Senin (20/4/2026).

Beruntung, keduanya berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim gabungan setelah laporan darurat diterima Pos SAR Anambas.

Insiden itu terjadi di Perairan Kepulauan Anambas.

Kapal pompong yang ditumpangi Hasan dan Evan dilaporkan mengalami kerusakan mesin sekitar pukul 03.30 WIB saat berada di laut.

Mendapat informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna melalui Pos SAR Anambas langsung mengerahkan tim penyelamat.

Sekitar pukul 09.30 WIB, satu unit RIB 02 Natuna bersama personel SAR gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Setelah dilakukan penyisiran, korban beserta kapal ditemukan di koordinat 3°17.064′ LU – 106°9.342′ BT atau sekitar 10 mil laut dari Pos SAR Anambas.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, membenarkan keberhasilan operasi penyelamatan tersebut.

“Alhamdulillah, dua korban atas nama Hasan dan Evan ditemukan dalam keadaan selamat dan telah berhasil dievakuasi. Seluruh unsur yang terlibat juga kembali dengan aman,” ujar Abdul Rahman, dalam keterangan yang diterima.

Ia mengatakan, keberhasilan operasi tidak lepas dari cepatnya koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat setempat.

“Begitu laporan kami terima, Pos SAR Anambas langsung berkoordinasi dengan Lanal Tarempa, Polairud Polres Anambas, BPBD Anambas, HNSI, serta masyarakat untuk membantu proses pencarian hingga evakuasi,” katanya.

Sekitar pukul 11.32 WIB, kedua nelayan kemudian dipulangkan kepada keluarga masing-masing.

Setelah operasi selesai, seluruh unsur SAR gabungan kembali ke kesatuan masing-masing.

SAR Natuna juga mengingatkan para pengguna transportasi laut agar selalu memastikan kesiapan kapal sebelum berlayar, terutama kondisi mesin, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan.

Langkah itu penting guna mencegah kejadian serupa saat melaut di perairan terbuka. (*/CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *