Soearanesia.com, Anambas – Aktivitas pembakaran lemang warga di Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap berlangsung di tengah cuaca panas terik, Kamis (19/3/2026).
Asap dan bara api terlihat mengepul dari lokasi produksi milik seorang warga bernama Rusdin di kawasan Antang, Kecamatan Siantan.
Meski cuaca cerah dan suhu cukup menyengat, Rusdin tetap berkomitmen menyelesaikan pesanan lemang dari para konsumennya.
Baginya, memenuhi kesepakatan yang telah dijanjikan merupakan sebuah tanggung jawab.
“Bagi Pak Rusdin, memenuhi pesanan yang sudah disepakati adalah keharusan, meskipun kondisi cuaca cukup panas,” ujar Babinsa Koramil 02/Tarempa, Kodim 0318/Natuna, Koptu Pardenande Saputra.
Dalam kegiatan tersebut, Koptu Pardenande tampak aktif mendampingi sekaligus membantu proses produksi.
Ia turut memastikan bara api tetap stabil hingga membantu mengangkat lemang, baik yang akan dibakar maupun yang telah matang.
Di sela-sela itu, Koptu Pardenande juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi, mulai dari bahan baku hingga lemang siap diserahkan kepada konsumen.
“Karena ini produk makanan, kebersihan harus dijaga agar konsumen puas. Jika kualitas terjaga, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mendorong Rusdin untuk mengembangkan pemasaran produk, tidak hanya mengandalkan penjualan langsung, tetapi juga memanfaatkan media sosial serta menjalin kerja sama dengan warung-warung makanan di sekitar Tarempa.
“Produksi saja tidak cukup, pemasaran juga sangat penting agar lemang ini semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.
Pardenande turut mengingatkan agar selalu waspada dalam proses pembakaran, mengingat penggunaan api berpotensi menimbulkan kebakaran, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang belakangan ini.
“Selalu awasi api saat pembakaran agar tidak menimbulkan bahaya kebakaran,” pesannya.
Ia pun berharap Rusdin dapat terus menjaga kualitas dan kebersihan produk lemangnya agar semakin diminati masyarakat.
“Terus hasilkan lemang yang higienis dan konsisten dengan mutu. Dengan begitu, produk ini akan semakin disukai konsumen,” ucapnya.
Sementara itu, Rusdin mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan Babinsa.
Ia juga mengapresiasi berbagai masukan yang dinilai bermanfaat bagi pengembangan usahanya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas semua arahan dari Pak Babinsa. Ini sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha lemang untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar, Rusdin.
Ia berharap pendampingan dan perhatian dari Babinsa terus berlanjut.
“Semoga Pak Babinsa tidak bosan mengingatkan kami. Semua yang disampaikan sangat bermanfaat dan membawa kebaikan bagi kami,” tutup Rusdin. (CJ-01)









