Soearanesia.com, Anambas – Selama bertahun-tahun, warga Desa Bayat dan Desa Piasan, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas, harus melewati jalan setapak sempit yang dikelilingi semak dan pepohonan untuk saling terhubung.
Saat hujan turun, jalur itu licin dan sulit dilalui. Kini, harapan baru mulai datang melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026.
Program pembangunan terpadu tersebut resmi dimulai di wilayah perbatasan Indonesia itu dengan sasaran tiga desa di Kecamatan Siantan Utara, yakni Desa Bayat, Desa Piasan, dan Desa Mubur.
Bagi warga Desa Bayat, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi jawaban atas kebutuhan yang selama ini dinantikan.
Kepala Desa Bayat, Yusnardi, mengatakan desanya mendapat sejumlah pembangunan penting, mulai dari rumah tidak layak huni (RTLH), fasilitas air bersih, hingga sanitasi.
“Desa Bayat menerima pembangunan dua unit RTLH. Kemudian TNI Manunggal Air Bersih berupa pipanisasi dan satu unit bak penampung di kawasan permukiman warga,” ujar Yusnardi, kepada Soearanesia.com, Selasa (22/4/2026).
Selain itu, dua unit fasilitas sanitasi Mandi, Cuci dan Kakus juga akan dibangun dan ditempatkan di Dusun I serta Dusun II Desa Bayat.
Namun, dari seluruh program yang ada, pembangunan jalan penghubung Desa Piasan menuju Desa Bayat menjadi harapan terbesar masyarakat.
Pasalnya, selama ini akses antarwilayah yang dilakukan warga dominan melalui jalur laut menggunakan pompong.
“Kami selama ini menempuh lewat jalur laut. Begitu juga mau ke Puskesmas Siantan Utara. Anak sekolah yang SMA di Desa Mubur juga naik pompong,” katanya.
Di sisi lain, akses antarwilayah juga bisa dilalui melalui jalan besar hingga titik tertentu.
Hanya segelintir saja, warga yang memilih perjalanan lewat jalan setapak sepanjang sekitar tiga kilometer.
“Dari titik pertengahan itu, masih jalan setapak menuju Dusun II Desa Bayat. Kondisinya dikelilingi semak-semak dan pepohonan. Hanya segelintir warga yang memilih jalan itu,” tambahnya.
Jalur tersebut dinilai rawan dan menyulitkan warga, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua tak dapat menempuhnya.
“Jalan setapak ini tentu menyulitkan dan mengkhawatirkan warga Desa Bayat maupun Desa Piasan, karena tidak bisa dilalui kendaraan roda dua,” ucapnya.
Keberadaan jalan baru nanti diyakini akan membuka akses yang lebih aman dan cepat bagi masyarakat, termasuk para pelajar.
“Pembangunan jalan penghubung ini sangat berarti bagi kami, karena mempermudah akses warga dan juga anak sekolah. Kebetulan di lintasan jalan itu ada SMP Negeri 2 Bayat,” jelas Yusnardi.
Ia menambahkan, masyarakat siap mendukung pelaksanaan TMMD agar seluruh pembangunan berjalan lancar dan segera bisa dirasakan manfaatnya.
“Ini satu apresiasi kami kepada Komandan Kodim 0318/Natuna Kolonel Inf Ruruh Sejati dan Satgas TMMD yang sudah berupaya membantu Siantan Utara, khususnya pembangunan jalan penghubung bagi warga,” pungkasnya. (CJ-01)









