banner 728x250
Natuna  

Empat Warga Tersesat di Hutan Gunung Bedung Natuna Ditemukan Selamat

Foto:Soearanesia.com/istimewa, Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil menemukan empat warga yang hilang di Hutan Gunung Bedung, Kabupaten Natuna pada Jumat (28/8/2026).

Soearanesia.com, Natuna – Empat warga yang sempat dilaporkan tersesat di kawasan Hutan Gunung Bedung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menemukan Wardi (39), Supriadi (44), Arudin (40), dan Irfan (40) sekitar pukul 10.15 WIB.

Keempat warga tersebut ditemukan setelah tim melakukan pencarian selama kurang lebih lima jam dari Desa Selemam menuju kawasan Hutan Gunung Bedung.

Setelah ditemukan, keempatnya kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Proses serah terima berlangsung di Kantor SAR Natuna sekitar pukul 15.30 WIB.

Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan, seluruh warga yang ditemukan pada hari Jumat lalu dalam kondisi selamat dan sehat.

“Kami telah menyerahterimakan keempat warga yang sebelumnya dilaporkan tersesat saat beraktivitas di sekitar Hutan Gunung Bedung kepada pihak pelapor dan keluarga dalam kondisi selamat dan sehat,” kata Abdul Rahman, Senin (31/8/2026).

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang ikut membantu pencarian, termasuk KUPS Geopark Gunung Ranai, masyarakat Desa Selemam serta unsur terkait lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh unsur yang tergabung, KUPS Geopark Gunung Ranai, masyarakat Desa Selemam dan pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Abdul Rahman mengingatkan masyarakat untuk lebih mempersiapkan diri sebelum memasuki kawasan hutan.

Menurutnya, kondisi medan dan risiko tersesat harus menjadi perhatian sejak awal perjalanan.

Warga yang hendak beraktivitas di hutan diminta membawa perlengkapan keselamatan dasar, seperti peluit, senter, cermin pantul cahaya dan jas hujan.

Peralatan komunikasi juga perlu diperhatikan, terutama ketika memasuki kawasan yang sulit mendapatkan jaringan seluler. Radio komunikasi atau telepon satelit dapat digunakan jika tersedia.

Selain perlengkapan, rencana perjalanan juga harus disiapkan dengan matang. Warga perlu memperhitungkan persediaan makanan dan minuman, kondisi fisik, serta jalur yang akan dilalui.

Sebelum berangkat, rencana perjalanan juga sebaiknya disampaikan kepada keluarga atau perangkat desa.

Informasi mengenai titik masuk, tujuan dan perkiraan waktu kembali akan membantu petugas apabila terjadi keadaan darurat.

“Keterbukaan informasi ini sangat membantu Tim SAR dalam mempercepat proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat. Jangan pernah meremehkan risiko di hutan,” tegas Abdul Rahman.

Kantor SAR Natuna berharap masyarakat menjadikan keselamatan sebagai perhatian utama setiap kali melakukan aktivitas di kawasan hutan maupun wilayah alam terbuka lainnya. (CJ-03)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *