banner 728x250

Babinsa Koramil Tarempa Turun ke Pasar, Pantau Harga Cabai dan Serap Keluhan Pedagang di Anambas

Foto:Soearanesia.com/CJ-01, Koptu Pardenande Syaputra menyambangi lapak milik Muslikah, pedagang yang sehari-hari menjual cabai rawit, cabai merah, dan tomat, Kamis (25/6/2026)

Soearanesia.com, Anambas – Fluktuasi harga cabai yang kerap memengaruhi kebutuhan rumah tangga masyarakat menjadi perhatian Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna.

Untuk memastikan kondisi harga tetap terkendali sekaligus mendengar langsung keluhan pedagang, Babinsa turun ke Pasar Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (25/6/2026).

Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) tersebut, Koptu Pardenande Syaputra menyambangi lapak milik Muslikah, pedagang yang sehari-hari menjual cabai rawit, cabai merah, dan tomat.

Suasana berlangsung akrab. Tak hanya berbincang, Babinsa Pardenande juga membantu menata dagangan sambil menanyakan perkembangan harga dan kondisi penjualan di pasar.

Menurut Koptu Pardenande, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi masyarakat merupakan bagian dari upaya memantau situasi di lapangan, termasuk perkembangan harga bahan pokok yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan warga.

“Cabai merupakan salah satu komoditas yang harganya sering berubah-ubah. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Karena itu kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan mendengar masukan dari para pedagang,” ujarnya.

Koptu Pardenande mengatakan pihaknya siap membantu menjembatani komunikasi dengan instansi terkait apabila terdapat persoalan yang membutuhkan tindak lanjut, termasuk menyangkut fasilitas pasar maupun keamanan lingkungan.

Ia pun mengingatkan para pedagang agar selalu menjaga kejujuran dalam berdagang, tidak melakukan penimbunan barang, serta mencantumkan harga secara jelas agar pembeli merasa nyaman.

“Kalau harga terbuka dan jelas, masyarakat akan lebih percaya saat berbelanja. Kita ingin suasana pasar tetap kondusif dan tidak ada permainan harga yang merugikan warga,” tegasnya.

Tak hanya itu, pedagang juga diimbau menjaga kebersihan area jualan, membuang sampah pada tempatnya, serta lebih teliti terhadap barang dagangan agar tidak beredar produk yang rusak atau sudah kedaluwarsa.

Koptu Pardenande menegaskan, pedagang kaki lima merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi rakyat yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Pedagang yang merasa aman dan nyaman akan lebih semangat berusaha. Pada akhirnya hal itu juga berdampak positif bagi masyarakat sebagai konsumen,” katanya.

Sementara itu, Muslikah mengungkapkan harga cabai rawit lokal saat ini berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, tergantung kualitas barang yang dijual.

Selain soal harga, ia juga menyampaikan kendala yang masih dihadapi para pedagang, yakni fasilitas lapak yang belum memiliki atap sehingga aktivitas jual beli sering terganggu ketika hujan maupun saat cuaca terik.

“Kami berharap ke depan ada perhatian terkait fasilitas lapak. Kalau hujan atau panas, dagangan jadi kurang nyaman,” kata Muslikah.

Muslikah mengaku senang atas kunjungan Babinsa ke lapaknya.

Menurutnya, perhatian dan komunikasi langsung seperti itu membuat pedagang merasa diperhatikan dan memiliki tempat untuk menyampaikan aspirasi.

“Terima kasih kepada Pak Babinsa yang sudah datang dan berdiskusi dengan kami. Setidaknya kami bisa menyampaikan kondisi yang kami hadapi di lapangan,” ujarnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *