Soearanesia.com, Anambas – Di tengah semakin sulitnya mendapatkan bahan baku kayu berkualitas, para pengrajin pompong di Kabupaten Kepulauan Anambas terus berupaya mempertahankan tradisi pembuatan perahu kayu yang telah menjadi urat nadi transportasi masyarakat pesisir.
Upaya tersebut mendapat dukungan langsung dari Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos).
Babinsa Koramil 02/Tarempa, Koptu Pardenande Syaputra, mengunjungi galangan sederhana milik Hendra, pengrajin pompong di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Jumat (10/7/2026).
Dalam kunjungan itu, Koptu Pardenande melihat secara langsung proses pembuatan satu unit pompong sepanjang delapan meter yang dipesan nelayan setempat.
Menurut Koptu Pardenande, keberadaan pompong tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Anambas yang perlu terus dijaga.
“Pompong merupakan warisan budaya sekaligus menjadi tulang punggung transportasi laut masyarakat pesisir. Kita harus terus mendukung para pengrajin lokal agar keahlian ini tidak punah,” ujarnya.
Ia menilai keberlangsungan usaha para pengrajin perlu mendapat perhatian bersama karena mampu membuka lapangan pekerjaan dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Selain memberikan motivasi, ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam pembuatan maupun pengoperasian pompong.
Ia menyarankan setiap perahu dilengkapi pelampung, lampu navigasi, serta radio komunikasi guna meningkatkan keselamatan saat melaut.
Tak hanya itu, Koptu Pardenande juga mengajak para pengrajin untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan bahan baku secara bijak serta ikut menjaga ekosistem hutan mangrove.
“Kami dari TNI siap membantu dan memfasilitasi apabila terdapat kendala di lapangan. UMKM seperti ini perlu kita jaga bersama karena turut menghidupi banyak keluarga,” katanya.
Sementara itu, Hendra mengaku tantangan terbesar yang dihadapi pengrajin saat ini adalah semakin terbatasnya pasokan kayu berkualitas untuk pembuatan pompong.
Meski demikian, ia tetap berkomitmen mempertahankan profesi yang telah digelutinya selama puluhan tahun.
Ia pun mengapresiasi perhatian yang diberikan Babinsa kepada para pengrajin lokal.
“Alhamdulillah, Pak Babinsa berkenan mampir. Semoga dengan adanya dukungan ini, pesanan pompong tetap berjalan dan generasi muda tertarik untuk belajar membuat pompong,” ungkap Hendra. (CJ-01)









