banner 728x250

Babinsa Tarempa ingatkan Keselamatan Berlayar Nelayan di Wilayah Perbatasan Anambas

Foto:Soearanesia.com/istimewa Babinsa Koramil 02/Tarempa, Praka Juni Alfianta Gurusinga, menyambangi nelayan yang tengah memperbaiki kapal pompong di Pelabuhan Nelayan Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Selasa (14/4/2026).

Soearanesia.com, Anambas – Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Praka Juni Alfianta Gurusinga, mengingatkan pentingnya keselamatan berlayar, di perairan Kepulauan Anambas.

Hal itu dilontarkannya, saat menyambangi nelayan yang tengah memperbaiki kapal pompong di Pelabuhan Nelayan Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Selasa (14/4/2026).

Sejak pagi, Praka Gurusinga duduk bersama Ari, pemilik kapal, yang sedang memperbaiki mesin pompong miliknya.

Dalam perbincangan itu, ia menekankan bahwa kapal pompong menjadi sarana vital bagi masyarakat pesisir, baik sebagai alat transportasi maupun penunjang ekonomi.

“Sebagai daerah kepulauan, mayoritas warga tinggal di pesisir. Kapal pompong menjadi transportasi utama sekaligus alat mencari nafkah bagi nelayan,” ujar Praka Gurusinga.

Ia mengingatkan Ari agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum melaut.

Menurutnya, kesiapan kapal harus diperhatikan secara menyeluruh, terutama kondisi mesin yang wajib dirawat secara rutin.

“Pastikan semua fungsi kapal berjalan baik. Mesin harus dicek dan dirawat secara berkala. Kalau ada yang tidak normal, segera diperbaiki agar tidak berisiko saat di laut,” katanya.

Praka Gurusinga juga mengapresiasi kemampuan Ari yang mampu memperbaiki mesin secara mandiri.

Namun, ia tetap menyarankan agar menggunakan jasa teknisi jika kerusakan sudah tidak dapat ditangani sendiri.

“Kalau kerusakan sudah tidak bisa diperbaiki sendiri, sebaiknya minta bantuan mekanik agar hasilnya maksimal dan aman,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan kapal mengingat Anambas merupakan wilayah perbatasan. Karena itu, operasional kapal harus benar-benar dalam kondisi prima.

“Sebagai wilayah perbatasan, kesiapan kapal harus maksimal agar aktivitas melaut aman dan lancar,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Praka Gurusinga berpesan agar nelayan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang.

Ia juga mengajak nelayan ikut berperan menjaga wilayah dengan memperhatikan pulau-pulau kosong yang dilintasi.

“Jangan gunakan alat tangkap yang tidak diperbolehkan. Sekalian bantu awasi pulau-pulau kosong agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *