Soearanesia.com, Anambas – Aktivitas pelayaran antarpulau di Kabupaten Kepulauan Anambas tak pernah lepas dari tantangan cuaca dan kondisi laut yang berubah-ubah.
Karena itu, aspek keselamatan penumpang menjadi perhatian utama aparat kewilayahan di daerah kepulauan tersebut.
Hal itu terlihat saat Babinsa Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna, Sertu Agung Joko Handoko, melakukan komunikasi sosial (Komsos) dengan nahkoda dan anak buah kapal (ABK) speed boat di Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan berlangsung saat kapal speed rute Tarempa-Matak tengah bersandar menunggu keberangkatan.
Rojak menjelaskan kondisi gelombang laut pada hari itu relatif tenang dan masih aman untuk pelayaran.
Meski demikian, ia mengakui cuaca di perairan Anambas sering berubah dalam waktu singkat sehingga kewaspadaan tetap harus diutamakan.
“Jumlah penumpang yang menggunakan jasa speed boat rute Tarempa-Matak rata-rata berkisar lima hingga tujuh orang setiap perjalanan,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, para operator kapal juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya harga bahan bakar minyak (BBM) yang kerap berubah serta kebutuhan tambahan perlengkapan keselamatan berupa jaket pelampung.
Rojak pun mengapresiasi perhatian yang diberikan Babinsa kepada para pelaku transportasi laut.
Menurutnya, kehadiran aparat di pelabuhan memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengingat agar para awak kapal tidak mengabaikan prosedur keselamatan.
“Kami senang karena Babinsa sering datang dan berkomunikasi dengan kami. Selain menambah kedekatan, kami juga selalu diingatkan untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Kalau ada informasi cuaca atau kejadian di laut, kami biasanya langsung berkoordinasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Babinsa Sertu Agung mengatakan, pelabuhan merupakan salah satu titik penting untuk memantau kondisi keamanan dan keselamatan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
“Kami ingin memastikan aktivitas pelayaran berjalan aman. Selain menjalin silaturahmi dengan para nahkoda, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus memantau faktor keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Dikesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap seluruh perlengkapan kapal sebelum berlayar, mulai dari kondisi mesin, radio komunikasi hingga alat keselamatan.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan berlayar ketika cuaca tidak mendukung. Lebih baik menunda keberangkatan daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan banyak nyawa,” tegasnya.
Tak hanya soal keselamatan pelayaran, Agung juga mengajak para nahkoda untuk turut berperan menjaga keamanan wilayah perairan Anambas.
Ia meminta para awak kapal segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di laut, seperti dugaan penyelundupan maupun pergerakan kapal asing yang tidak dikenal.
“Babinsa dan para nahkoda memiliki peran yang sama penting. Nahkoda berada di garis depan wilayah laut, sementara kami memantau kondisi di darat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan bisa dideteksi lebih awal,” katanya. (CJ-01)









