Soearanesia.com, Anambas – Upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan hingga ke tingkat peternak.
Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 02/Tarempa, Sertu M Idris Hasibuan, yang turun langsung ke peternakan warga di Dusun Etang, Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (15/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sertu Idris menyambangi peternakan milik Danda, warga yang memelihara 15 ekor sapi potong lokal.
Selain bersilaturahmi, ia juga memantau kondisi kandang serta memastikan kesehatan ternak tetap terjaga di tengah kewaspadaan terhadap penyebaran PMK.
Menurut Idris, kegiatan komunikasi sosial (Komsos) yang dilakukan Babinsa tidak hanya bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peternak terkait perawatan dan pencegahan penyakit pada hewan ternak.
“Kami ingin memastikan ternak warga dalam kondisi sehat sekaligus mengingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan PMK. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar peternakan masyarakat tetap produktif,” ujarnya.
Babinsa Idris mengatakan, dalam hal beternak, peternak sebaiknya rutin memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan hewan.
Ia mengingatkan pentingnya pemberian vitamin secara rutin serta penyemprotan disinfektan secara berkala guna mencegah munculnya penyakit.
Tak hanya itu, Idris juga meminta peternak segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda PMK pada ternak, seperti munculnya lepuh di sekitar mulut, penurunan nafsu makan, hingga gejala pincang.
“Jika ada sapi yang menunjukkan gejala penyakit, segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan atau Babinsa. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” katanya.
Ia juga menekankan agar setiap sapi yang baru dibeli tidak langsung dicampurkan dengan ternak lain.
Menurutnya, masa karantina selama 14 hari perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan penularan penyakit.
“Kandang yang bersih akan membuat ternak lebih sehat, pertumbuhannya optimal, dan tentu berdampak pada meningkatnya nilai jual. Karena itu kebersihan dan kesehatan ternak harus menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Sementara itu, Danda mengungkapkan kebutuhan pakan ternaknya sebagian besar berasal dari rumput yang tersedia di sekitar lokasi peternakan.
Untuk menekan biaya operasional, ia juga memanfaatkan limbah pertanian seperti kulit pisang sebagai pakan tambahan.
Danda juga mengapresiasi perhatian yang diberikan Babinsa kepada para peternak.
Ia mengaku mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan baru, khususnya mengenai langkah-langkah pencegahan PMK yang dapat diterapkan di peternakannya.
“Senang didatangi Pak Babinsa. Kami jadi lebih paham cara menjaga kesehatan ternak dan lebih waspada terhadap penyakit PMK,” ungkapnya. (CJ-01)









