Soearanesia.com, Anambas – Cuaca panas yang melanda Tarempa mulai memicu kekhawatiran kebakaran hutan dan lahan.
Babinsa Koramil 02/Tarempa, Kodim 0318/Natuna pun turun langsung ke kebun warga untuk mengingatkan bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
Sertu Sholihin menyambangi seorang petani, Andri, di kawasan Gudang Tengah, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Sabtu (28/3/2025).
Di tengah terik matahari, ia berdialog langsung soal potensi bahaya kebakaran lahan yang meningkat saat musim panas.
“Cuaca seperti ini sangat rawan. Saya ingatkan, kalau membuka atau memperluas lahan, jangan sembarangan menyalakan api karena risikonya besar terjadi kebakaran,” tegas Sertu Sholihin.
Ia meminta petani meminimalkan praktik pembakaran lahan, terlebih kebun yang berada di sekitar semak dan hutan.
Menurutnya, metode pembersihan lahan yang lebih aman harus diutamakan.
“Kalau terpaksa membersihkan lahan, sebaiknya ditebas lalu dikumpulkan di tempat yang aman. Jangan dibakar sembarangan karena bisa merembet dan berujung masalah hukum,” ujarnya.
Tak hanya soal pencegahan kebakaran, Babinsa juga mendorong petani memanfaatkan lahan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan lokal.
Ia menilai keterbatasan wilayah bukan alasan untuk berpikir sempit.
“Kita boleh tinggal di wilayah terbatas, tapi pola pikir tidak boleh terbatas. Manfaatkan potensi yang ada agar lahan bisa menghasilkan dan membantu perekonomian,” kata Sholihin.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan lahan dan kelestarian lingkungan.
“Kita harus cermat membuka lahan tanpa merusak lingkungan, sekaligus mengolahnya agar menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomi,” ucapnya.
Sementara itu, Andri mengaku menyambut baik imbauan tersebut. Ia sepakat bahwa menjaga kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
“Apa yang disampaikan Babinsa sangat baik. Saya juga akan menyampaikan ke petani lain agar kita sama-sama menjaga hutan dan lahan tetap lestari,” ujarnya.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tarempa, sekaligus menjaga ekosistem tetap terjaga di tengah musim kemarau. (CJ-01)









