Soearanesia.com, Anambas – Cuaca di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Rabu (25/3/2026).
Namun di balik cuaca yang relatif bersahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi peningkatan gelombang laut yang perlu diwaspadai.
Prakiraan tersebut disampaikan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Tarempa.
Kondisi atmosfer saat ini dinilai kurang mendukung pembentukan awan hujan, sehingga peluang terjadinya hujan di wilayah Anambas cenderung rendah.
Kepala Stasiun Meteorologi Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk menjelaskan, bahwa faktor global hingga lokal berperan terhadap kondisi cuaca tersebut.
“ENSO yang berada pada fase netral hingga La Nina lemah menyebabkan berkurangnya pembentukan awan konvektif di wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Anambas,” kata Samuel, dalam keterangan yang diterima, Selasa (24/3/2026).
Selain itu, kelembapan udara di lapisan atas yang relatif kering turut menghambat pertumbuhan awan hujan.
Kondisi ini diperkuat dengan labilitas atmosfer yang berada pada kategori lemah hingga moderat.
“Secara umum, kondisi ini kurang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kepulauan Anambas,” ujarnya.
BMKG memprakirakan cuaca cerah hingga cerah berawan akan berlangsung sejak pagi, siang, malam hingga dini hari.
Angin bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 3-18 km/jam.
Sementara itu, suhu udara diperkirakan berada pada rentang 24-30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara berkisar antara 58-84 persen.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang di perairan utara dan selatan Anambas diprediksi masih relatif rendah, yakni berkisar 0,5-1,25 meter.
Angin di perairan utara bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 8-10 km/jam, sedangkan di perairan selatan berkisar 8-12 km/jam.
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi perubahan kondisi laut yang dapat berdampak pada aktivitas pelayaran.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk mewaspadai potensi gelombang hingga 1,25 meter, serta potensi angin cukup kencang di wilayah perairan Kepulauan Anambas dan Natuna,” tegas Samuel. (CJ-01)









