Soearanesia.com, Anambas – Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan masih belum menemukan jejak KM Samudra Jaya Kelautan, kapal angkut barang yang hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas sejak Sabtu (1/8/2026).
Area pencarian pun terus diperluas, termasuk dengan melibatkan otoritas pencarian dan penyelamatan maritim Malaysia.
Operasi SAR pada Rabu (5/8/2026) melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, SROP, HNSI, serta sejumlah instansi terkait.
Salah satu personel TNI yang ikut dalam operasi tersebut adalah anggota Koramil 02/Tarempa, Kopda Lindo Nasyafri.
Tim melakukan penyisiran laut menggunakan RIB 02 Natuna yang bertolak dari Pelabuhan Kampung Baru Letung.
Pencarian dilaksanakan sesuai rencana operasi (SARMAP RENOPS H.3) hingga pukul 14.30 WIB dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lintasan kapal.
Selain penyisiran di laut, Kantor SAR Natuna juga memperluas koordinasi dengan mengirimkan berita pemapelan kepada Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putrajaya, Malaysia, serta Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuantan dan Johor Bahru.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kapal atau awak terbawa hingga memasuki wilayah perairan perbatasan.
KM Samudra Jaya Kelautan berukuran 10 Gross Ton (GT) diketahui mengangkut muatan ikan dengan rute pelayaran dari Air Sena menuju Tarempa sebelum melanjutkan perjalanan ke Batam.
Berdasarkan jadwal, kapal seharusnya tiba di Batam pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hingga kini kapal beserta empat anak buah kapalnya belum diketahui keberadaannya.
Empat ABK yang berada di atas kapal tersebut masing-masing Samsul Bahri (54) warga Air Asuk, Azan (41) warga Teluk Siantan, Awang (65) warga Air Sena, dan Handay Yadi (40) warga Kuala Maras.
Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 15.00 WIB, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun para ABK.
Seluruh personel dan alat utama yang terlibat kembali ke Pelabuhan Kampung Baru Letung dalam kondisi aman pada pukul 16.45 WIB.
Kopda Lindo Nasyafri menegaskan seluruh unsur yang terlibat akan terus bersinergi untuk memaksimalkan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Kami akan terus mendukung dan berkoordinasi secara maksimal dalam pelaksanaan operasi SAR. Diharapkan seluruh ABK dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Kopda Lindo.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan dengan suhu berkisar 27 hingga 29 derajat Celsius. Kecepatan angin berada di kisaran 9–12 knot dengan arah bertiup dari utara hingga tenggara.
Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pada Kamis (6/8/2026) dengan pola pencarian yang telah dievaluasi dan disusun untuk memperbesar peluang menemukan KM Samudra Jaya Kelautan beserta keempat awaknya. (CJ-01)









