banner 728x250

Konflik Timur Tengah Berpotensi Pengaruhi Harga Minyak, Stok BBM Anambas Masih Stabil

Foto: Soearanesia.com/CJ-01 Sejumlah warga pengendara mengantre pembelian BBM Pertalite di salah satu sub penyalur atau pengecer di Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (13/3/2026)

Soearanesia.com, Anambas – Konflik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi berdampak terhadap kenaikan harga minyak dunia yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi.

Meski demikian, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan masih dalam kondisi aman dan stabil.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan ketersediaan BBM di wilayah tersebut.

“Sebagaimana kita ketahui saat ini ada konflik di Timur Tengah. Hal itu kemungkinan berdampak pada kenaikan harga minyak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar sebelumnya, laporan dari dinas terkait menyebutkan bahwa stok BBM di Anambas hingga saat ini masih dalam kondisi aman.

“Terkait BBM di Anambas, nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Namun dari rapat koordinasi lintas sektoral kemarin, laporan dinas terkait menyebutkan kondisi BBM di Anambas masih stabil,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Kepulauan Anambas, Yohanes Sawu menegaskan, pasokan BBM di Anambas tetap tersedia karena telah didistribusikan kepada para sub penyalur atau pengecer.

“BBM di Anambas sebenarnya dalam kondisi aman karena sudah disalurkan oleh pihak penyalur ke sub penyalur atau pengecer,” jelasnya.

Ia menuturkan, untuk BBM jenis Pertalite di SPBU saat ini memang telah habis karena sebelumnya didistribusikan lebih cepat ke sub penyalur guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya sektor transportasi.

“Pertalite di SPBU memang sudah habis karena sebelumnya cepat disalurkan ke sub penyalur, mengingat kebutuhan masyarakat cukup tinggi, terutama untuk transportasi,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, pengisian kembali stok BBM akan dilakukan oleh sejumlah SPBU di Anambas. SPBU Air Sena dijadwalkan mengambil pasokan BBM dari Depo Selat Lampa, Natuna.

“Rencananya Senin, SPBU Air Sena akan mengambil BBM ke Selat Lampa, Natuna dengan kuota 140 kiloliter Pertalite dan 120 kiloliter Solar,” sebutnya.

Selain itu, SPBU Kurdinata juga direncanakan menjemput pasokan BBM pada 13 hingga 16 Maret dengan kuota 30 kiloliter Pertalite dan 70 kiloliter Solar.

Yohanes mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi situasi konflik global maupun berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait ketersediaan BBM.

“Dengan situasi perang di Timur Tengah ini, masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu langsung mempercayai informasi di media sosial yang kebenarannya belum tentu teruji,” tegasnya.

Menurutnya, informasi mengenai ketersediaan BBM harus berdasarkan analisis dan pernyataan resmi dari pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa distribusi BBM di Anambas saat ini masih berjalan normal.

“Untuk Anambas sendiri tidak ada masalah. Minggu ini saja SPBU sebagai penyalur akan mengambil pasokan BBM ke depo Selat Lampa,” ungkap Yohanes.

Ia juga mengingatkan para sub penyalur atau pengecer BBM agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Saya mengimbau kepada sub penyalur atau pengecer agar tidak membuat kepanikan dengan mengatakan BBM habis, apalagi sampai menimbun BBM,” katanya.

Selain itu, para pengecer diminta tidak menaikkan harga secara sepihak karena harga BBM eceran sudah diatur melalui Surat Edaran Bupati Kepulauan Anambas tahun 2023.

“Untuk harga juga tidak boleh sembarangan dinaikkan. Sesuai surat edaran bupati, harga Pertalite sekitar Rp12.000 per liter. Kalau dijual dalam botol 1,5 liter biasanya sekitar Rp18.000,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Yohanes kembali mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyaring informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum jelas. Sekarang orang bisa membuat informasi dengan AI, tapi kebenarannya belum tentu. Sebaiknya ambil informasi dari sumber berita yang terpercaya,” pungkasnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *