Soearanesia.com, Anambas – Misteri penyebab keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai ditelusuri secara ilmiah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan sampel makanan yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut segera dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Batam.
Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara pasti penyebab kejadian yang sempat membuat sejumlah siswa dari berbagai jenjang pendidikan, serta sejumlah orang tua, mengalami gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut.
Diketahui, para korban mengalami keluhan tersebut usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pangan Intan Permata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Anambas, Feri Oktavia, mengatakan pengiriman sampel dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/4/2026) untuk dilakukan pengujian lebih komprehensif.
“Besok Jumat sampel makanan akan kami kirim ke Batam untuk diperiksa di BPOM, agar hasilnya lebih lengkap dan bisa memastikan penyebabnya,” ujar Feri, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal menggunakan sanitarian kit.
Namun, alat tersebut hanya mampu mendeteksi parameter terbatas, sehingga belum cukup untuk mengidentifikasi zat penyebab secara detail.
“Sanitarian kit hanya bisa mendeteksi empat parameter dasar. Jadi belum bisa memastikan kandungan apa yang menyebabkan keracunan. Di BPOM nanti akan diperiksa lebih lengkap,” jelasnya.
Feri menambahkan, hasil uji laboratorium dari BPOM nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
“Kami butuh hasil yang tervalidasi, sehingga penanganan ke depan bisa lebih tepat,” tambahnya.
Di sisi lain, kondisi para korban kini dilaporkan terus membaik.
Mayoritas pasien yang sempat menjalani perawatan medis sudah diperbolehkan pulang.
Data Dinkes mencatat, di RSUD Palmatak terdapat 114 pasien, dengan 110 orang di antaranya telah dipulangkan, sementara empat lainnya masih dirawat.
Sedangkan di Puskesmas Siantan Tengah, dari 41 pasien, sebanyak 39 orang sudah kembali ke rumah dan dua pasien masih dalam perawatan.
Meski demikian, Feri memastikan pasien yang masih dirawat tidak dalam kondisi serius.
“Yang masih dirawat hanya mengalami gejala ringan seperti mual dan sakit perut. Tidak ada yang dalam kondisi parah,” pungkasnya. (CJ-01)









