banner 728x250

Pemasangan Kabel Tanah SKTM, PLN Anambas Lakukan Pemadaman Hingga 7 Jam

Foto:Soearanesia.com/istimewa, Petugas PLN ULP Anambas tengah mengerjakan pemasangan kabel tanah Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) di Anambas, Jumat (10/4/2026)

Soearanesia.com, Anambas – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Anambas kembali melanjutkan pekerjaan pemasangan kabel tanah Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) di wilayahnya.

Pekerjaan ini berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik sementara di sejumlah wilayah pada Sabtu (11/4/2026).

Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan wilayah terdampak meliputi Tanjung Momong dan Kelurahan Tarempa.

Kepala PLN ULP Anambas, Ryan Saputra, mengatakan pekerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan jaringan sekaligus peningkatan keandalan sistem kelistrikan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk menjaga keandalan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Ryan saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, selain pemasangan kabel tanah, pihaknya juga melakukan pengecekan mesin sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau.

“Kami lanjutkan pekerjaan kabel tanah sekaligus pengecekan mesin karena cuaca semakin panas. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi pemadaman mendadak,” jelasnya.

Ryan mengungkapkan, pemasangan kabel tanah SKTM saat ini masih dilakukan secara bertahap. Hingga kini, kabel baru terpasang dari PLTD hingga Tanjung Momong.

Menurutnya, proyek ini sempat tertunda pada tahun sebelumnya, namun kini kembali dilanjutkan setelah mendapatkan izin dari PLN Tanjungpinang.

“Pemasangan ini memang harus dilakukan bertahap dan memerlukan pemadaman listrik beberapa kali karena sumber listrik hanya satu, sehingga tidak bisa dilakukan manuver,” katanya.

Ia menambahkan, proses pemasangan kabel tanah diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat.

“Insya Allah, minggu ini menjadi pemadaman terakhir untuk pemasangan kabel tanah SKTM,” ungkap Ryan.

Lebih lanjut, Ryan menjelaskan bahwa awalnya pemasangan kabel direncanakan melewati bawah Jembatan Selayang Pandang II.

Namun rencana tersebut dibatalkan karena tidak mendapat izin teknis.

“Tipe jembatan tidak boleh dibor karena dikhawatirkan dapat merusak struktur. Jadi kami alihkan jalur pemasangan,” jelasnya.

Sebagai solusi, PLN membagi jaringan ke dalam tiga penyulang atau feeder, yakni Maninjau, Toba, dan Singkarak, masing-masing sepanjang 500 meter dari total 1,5 kilometer kabel yang dipasang.

Fider Maninjau melayani wilayah dari PLTD hingga Kampung Melayu, Arung Hijau, dan Rintis.

Sementara fider Toba mencakup pusat Kota Tarempa, dan fider Singkarak melayani wilayah Dusun hingga Air Bini.

Dengan pemasangan kabel tanah ini, PLN berharap dapat mengurangi potensi gangguan listrik, terutama yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti pohon kelapa di sekitar area PLTD.

“Kami harapkan dukungan dan pengertian masyarakat agar pekerjaan berjalan lancar dan pasokan listrik kembali normal,” tutup Ryan. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *