banner 728x250

Rembug Stunting Desa Bayat 2026, Yusnardi Tegaskan Komitmen Cegah Stunting

Foto:Soearanesia.com/CJ-01, Foto bersama Pemerintah Desa Bayat dengan psejumlah pihak penanganan Rembug Stunting 2026 Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (11/8/2026)

Soearanesia.com, Anambas – Pemerintah Desa Bayat menegaskan komitmennya mempercepat pencegahan dan penurunan stunting dengan memperkuat peran Posyandu, meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak, serta memastikan intervensi dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan keluarga.

Komitmen tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan Rembug Stunting Desa Bayat tahun 2026.

Forum ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, TP PKK, BPD, Kecamatan, RT dan RW serta masyarakat untuk membahas persoalan stunting sekaligus menentukan langkah penanganannya.

Kepala Desa Bayat, Yusnardi, mengatakan persoalan stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan maupun pemerintah desa.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada keterlibatan keluarga dan masyarakat sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.

“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan atau Pemerintah Desa. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita ingin memastikan anak-anak Desa Bayat dapat tumbuh sehat, mendapatkan gizi yang baik, dan berada di lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” kata Yusnardi, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, Rembug Stunting menjadi bagian penting dalam menyusun langkah penanganan karena setiap persoalan yang ditemukan di lapangan tidak selalu memiliki penyebab yang sama.

Karena itu, Pemerintah Desa Bayat akan menggunakan hasil pendataan dan pemantauan sebagai dasar dalam menentukan sasaran intervensi.

Yusnardi mengatakan faktor penyebab stunting cukup beragam, mulai dari asupan gizi, kondisi kesehatan ibu dan anak, pola asuh, hingga pengetahuan keluarga.

“Stunting tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor. Ada persoalan asupan gizi, kesehatan, pola asuh, pengetahuan orang tua, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena itu, penanganannya juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing sasaran,” ujarnya.

Perkuat Posyandu

Salah satu langkah yang menjadi perhatian Pemerintah Desa Bayat adalah memperkuat kegiatan Posyandu.

Posyandu dinilai memiliki posisi penting karena kader berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membantu mendeteksi persoalan pertumbuhan anak sejak dini.

Selain pemantauan balita, kegiatan yang didorong pemerintah desa mencakup edukasi kepada orang tua, pemberian makanan tambahan bagi balita, makanan tambahan bagi ibu hamil sesuai kebutuhan dan ketentuan, serta pemberian vitamin bagi balita.

Menurut Yusnardi, intervensi tersebut tidak boleh berhenti pada pemberian makanan tambahan. Edukasi mengenai pola asuh, pemberian ASI dan MP-ASI, kebutuhan gizi anak, serta perilaku hidup bersih dan sehat juga harus berjalan beriringan.

“Yang kita dorong bukan hanya pemberian makanan tambahan. Orang tua juga perlu memahami bagaimana pola asuh yang baik, pemenuhan gizi anak, serta pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” katanya.

Anggaran Disesuaikan Ketentuan

Pemerintah Desa Bayat juga memberikan dukungan melalui anggaran desa sesuai kewenangan dan ketentuan penggunaan Dana Desa.

Dukungan tersebut antara lain diarahkan untuk pemberian vitamin bagi balita dan makanan tambahan bagi ibu hamil.

Yusnardi menegaskan, penggunaan anggaran harus tetap mengacu pada aturan serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Anggaran desa kita arahkan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Yang terpenting, kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Data Jadi Dasar Intervensi

Setelah Rembug Stunting, Pemerintah Desa Bayat akan melakukan pemutakhiran dan validasi data sasaran bersama tenaga kesehatan, Puskesmas, dan kader Posyandu.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang digunakan dalam menentukan intervensi benar-benar akurat.

Yusnardi mengatakan pemerintah desa tidak ingin mengambil langkah berdasarkan perkiraan semata.

“Data harus kita pastikan terlebih dahulu. Setelah itu baru kita tentukan keluarga dan anak yang membutuhkan intervensi, kemudian tindak lanjutnya disesuaikan dengan permasalahan masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, hasil rembug akan menjadi bahan dalam menyusun dan mengarahkan kegiatan desa, termasuk penguatan pelayanan Posyandu, pemantauan balita dan ibu hamil, edukasi gizi dan pola asuh, serta peningkatan perhatian terhadap sanitasi dan lingkungan sehat.

Yusnardi berharap upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Ia mengajak para orang tua rutin membawa anak ke Posyandu, memperhatikan asupan makanan, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan jamban sehat, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan persoalan dalam pertumbuhan maupun perkembangan anak.

“Jangan sampai penurunan stunting dianggap hanya sebagai program pemerintah desa atau Puskesmas. Ini kepentingan kita bersama. Kalau semua bergerak, mulai dari pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, PKK, sampai keluarga, saya yakin upaya ini bisa berjalan lebih baik,” pungkas Yusnardi. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *