Soearanesia.com, Anambas – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Anambas menyita perhatian pemerintah daerah.
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, turun langsung menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Palmatak, Rabu (15/4/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Bayu didampingi Sekretaris Daerah Sahtiar serta sejumlah kepala OPD.
Ia memastikan kondisi para korban sekaligus mengecek langsung penanganan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
Di hadapan awak media, Raja Bayu mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa para siswa dan warga tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan berkomitmen mengusut tuntas kasus ini.
“Kami sangat prihatin, apalagi yang terdampak adalah siswa-siswa kita. Pemerintah daerah akan serius menangani persoalan ini sampai jelas penyebabnya,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami harap masyarakat tidak panik. Jangan mudah terpengaruh isu yang belum jelas. Saat ini pemerintah sedang bekerja menelusuri penyebab kejadian ini,” katanya.
Menurut Raja Bayu, dinas terkait telah diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan.
“Kami sudah instruksikan agar dilakukan pengecekan secara menyeluruh, supaya diketahui di mana letak kesalahannya,” tegasnya.
Data sementara menunjukkan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 135 orang, terdiri dari siswa dan sejumlah orang tua.
“Perkiraan sementara, korban mencapai sekitar 135 orang, termasuk siswa dan orang tua,” ungkapnya.
Adapun makanan yang dikonsumsi sebelum kejadian meliputi telur semur, sayur kol dan wortel, serta buah kelengkeng.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah memutuskan menghentikan sementara operasional dapur MBG atau SPPG Yayasan Pangan Intan Permata yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
“Dapur MBG yang bersangkutan kami minta ditutup sementara sampai hasil pemeriksaan dari dinas terkait keluar,” jelasnya.
Raja Bayu memastikan, hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Kami akan sampaikan hasilnya secara transparan kepada masyarakat,” tandasnya. (CJ-01)









