banner 728x250

Wali Kota Lis Darmansyah Soroti Peran Gereja Jaga Kerukunan di Sidang PGI Kepri 2026

Foto:Soearanesia.com/Dok Kominfo Tanjungpinang, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah beri sambutan saat Sidang Wilayah Majelis Pekerja Lengkap Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 yang digelar di Tanjungpinang, Selasa (7/4/2026).

Soearanesia.com, Tanjungpinang – Peran gereja dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat majemuk menjadi sorotan utama dalam Sidang Wilayah Majelis Pekerja Lengkap Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 yang digelar di Tanjungpinang, Selasa (7/4/2026).

Forum yang berlangsung di Hotel Aston Tanjungpinang ini tidak hanya mengevaluasi program kerja, tetapi juga merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan sosial, terutama terkait isu keagamaan yang kerap sensitif.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menilai sidang wilayah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi keagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Sidang ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja serta merumuskan arah kebijakan agar dapat terus berperan dalam menciptakan harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat,” kata Lis.

Ia menegaskan, stabilitas sosial tidak bisa dilepaskan dari sinergi seluruh pihak, khususnya dalam merawat toleransi di tengah keberagaman.

“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni sinergi dalam merawat kerukunan, penguatan kepemimpinan umat, serta menghadirkan kelompok pemersatu di tengah masyarakat,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menambahkan bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang mencerminkan wajah Indonesia di bagian barat.

Menurut dia, keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan, bukan sebaliknya.

“Masyarakat Kepri merupakan masyarakat majemuk dengan berbagai latar belakang. Meski memiliki perbedaan suku, adat, budaya, dan agama, masyarakat tetap hidup berdampingan serta menjunjung tinggi nilai toleransi,” kata Nyanyang.

Ia menekankan, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara aspek fisik dan pembangunan karakter masyarakat berbasis nilai keagamaan.

“Gereja memiliki peran besar dalam menanamkan nilai kasih, kepedulian, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat pelayanan kepada sesama,” ucapnya.

Berdasarkan data, sekitar 230 ribu umat Kristiani tersebar di kurang lebih 500 sektor pelayanan gereja di Kepulauan Riau.

Kondisi ini menunjukkan besarnya peran gereja dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sidang wilayah tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris Umum PGI Pusat Pdt Lenta Enni Simbolon serta jajaran pengurus PGIW Kepulauan Riau. (Putra/*)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *