banner 728x250

Puluhan Siswa Anambas Keracunan Makanan MBG, 73 Orang Dirawat di RSUD Palmatak

Foto:Soearanesia.com/istimewa Sejumlah siswa di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat perawatan di RSUD Palmatak usai diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026).

Soearanesia.com, Anambas – Puluhan siswa di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026).

Para siswa mengeluhkan gejala seperti sakit perut, muntah, dan pusing. Kondisi itu membuat mereka harus segera mendapatkan penanganan medis.

Sebagian besar siswa langsung dilarikan ke RSUD Palmatak. Hingga sore hari, jumlah pasien yang masuk terus bertambah.

Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya, mengatakan pihaknya menerima laporan awal dari orang tua siswa sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 15.00 WIB dari orang tua yang menyampaikan anak-anak mereka mengalami sakit perut, pusing, dan muntah-muntah,” ujarnya, saat diwawancarai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung mengerahkan ambulans ke lokasi untuk menjemput para siswa.

“Saya langsung perintahkan staf untuk menggerakkan ambulans ke lokasi guna menjemput pasien anak-anak dan membawa mereka ke RSUD,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, para siswa sebelumnya mengonsumsi makanan yang disediakan di sekolah melalui program MBG.

“Saya gali informasi, mereka sebelumnya menyantap makanan dari sekolah,” tambahnya.

Ia menyebutkan, laporan awal hanya mencatat 11 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD hingga SMP. Namun, jumlah tersebut meningkat drastis dalam waktu singkat.

“Awalnya laporan yang kami terima ada 11 anak. Sekarang pasien yang masuk ke RSUD Palmatak sudah mencapai 73 orang,” ungkapnya.

Kondisi di RSUD Palmatak saat ini dipadati pasien. Bahkan, jumlah korban diduga masih akan terus bertambah karena masih ada yang berdatangan.

“Situasi di RSUD cukup ramai. Jumlah pasien terus bertambah karena masih ada yang datang,” ujarnya.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan diagnosis pasti terhadap para pasien. Saat ini, tim medis masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Untuk hasil diagnosis belum bisa dipastikan karena dokter masih memeriksa setiap pasien yang datang. Namun sementara ini kami mencurigai adanya keracunan setelah mengonsumsi makanan dari sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, fasilitas kesehatan lain di wilayah tersebut juga dilaporkan penuh. Puskesmas Siantan Tengah tidak lagi mampu menampung pasien tambahan.

“Informasi dari Puskesmas Siantan Tengah, kondisi sudah penuh karena mayoritas pasien merupakan warga setempat,” katanya.

Selain siswa, sejumlah guru dan orang tua juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

“Selain murid, ada juga guru dan orang tua yang diduga keracunan. Untuk orang tua, sementara ini tercatat ada empat orang,” pungkasnya. (CJ-01)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *